Hikayat populer mengenai asal-usul nama Balikpapan
Ada beberapa hikayat populer yang menceritakan asal usul kota ini yang berada di pesisir timur
Kalimantan ini, yaitu:
[8][9][10]
- Adanya 10 keping papan yang kembali ke Jenebora dari 1.000 keping yang diminta oleh Sultan Kutai
sebagai sumbangan bahan bangunan untuk pembangunan Istana Baru Kutai
Lama. Kesepuluh papan yang balik tersebut disebut oleh orang Kutai Balikpapan Tu. Sehingga wilayah sepanjang Teluk Balikpapan tersebut, tepatnya di Jenebora disebut Balikpapan.[11]
- Suku Pasir Balik
(Suku Asli Balikpapan) adalah keturunan kakek dan nenek bernama Kayun
Kuleng dan Papan Ayun. Sehingga daerah sepanjang teluk Balikpapan oleh
keturunannya disebut Kuleng - Papan atau artinya Balikpapan (dalam
bahasa Paser, Kuleng artinya Balik).
- Dalam legenda lain juga disebutkan asal usul Balikpapan, yaitu dari
seorang putri yang dilepas oleh ayahnya seorang raja yang tidak ingin
putrinya tersebut jatuh ketangan musuh. Sang putri yang masih balita
diikat di atas beberapa keping papan dalam keadaan terbaring. Karena
terbawa arus dan diterpa gelombang, papan tersebut terbalik. Ketika
papan tersebut terdampar di tepi pantai ditemukan oleh seorang nelayan
dan begitu dibalik ternyata terdapat seorang putri yang masih dalam
keadaan terikat. Konon putri tersebut bernama Putri Petung yang berasal dari Kerajaan Pasir. Sehingga daerah tempat ditemukannya putri tersebut dinamakan Balikpapan.
- Hari jadi kota Balikpapan adalah tanggal 10 Februari 1897. Penetapan tanggal ini merupakan Seminar Sejarah kota Balikpapan pada tanggal 1 Desember 1984.
Tanggal 10 Februari 1897 ini adalah tanggal pengeboran minyak pertama
di Balikpapan yang dilakukan oleh perusahaan Mathilda sebagai realisasi
dari pasal-pasal kerjasama antara J.H. Menten dengan Mr. Adams dari
Firma Samuel dan Co. [12]
Kutai
Daerah Balikpapan dan Balikpapan Seberang (
Penajam) merupakan bagian dari wilayah negara dependen
Kesultanan Kutai.
[13][14][15] Tahun 1942 Penajam termasuk dalam wilayah Balikpapan.
[16] Sejak sekitar tahun
1636, Kalimantan pada umumnya termasuk negeri
Kutai,
Paser dan
Berau diklaim sebagai wilayah kedaulatan
Kesultanan Banjarmasin.
[17] Pada
13 Agustus 1787,
Sunan Nata Alam
telah menyerahkan kedaulatannya atas sebagian besar Kalimantan kepada
perusahaan VOC, yang kemudian diperbaharui lagi pada tanggal
4 Mei 1826 di masa
Sultan Adam. Sesudah itu Kalimantan pada umumnya menjadi wilayah negara
Hindia Belanda. Tahun
1844, negeri Kutai secara resmi mendapat pengakuan sebagai negara dependensi di dalam Hindia Belanda.
[18] Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, Kutai termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan
Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8
[19] Tahun 1855, Kutai merupakan sebagian dari
de zuid- en oosterafdeeling van Borneo.
[20]
Hindia Belanda
Tentara Sekutu mendarat di Balikpapan, 1 Juli 1945.
Dengan ditemukannya sumber-sumber minyak di daerah Balikpapan dan daerah sekitarnya (
Samboja,
Sanga-Sanga dan
Muara Badak). Pemerintah
Hindia Belanda akhirnya membeli wilayah ini dari Sultan
Kutai Kertanegara serta dibangun untuk mendukung usaha-usaha pertambangan khususnya perminyakan dengan mendirikan
kilang minyak, kantor operasi serta perumahan pegawai (sisa-sisa usaha pembangunan Hindia Belanda dapat dilihat dari pemukiman para Staf
Pertamina).
Aktivitas perminyakan ini juga membantu perpindahan penduduk terutama
para pekerja dari Jawa, serta dari berbagai daerah. Saat itu perusahaan
minyak yang dikenal adalah
BPM,
Shell dan
KPM. Wilayah Balikpapan pada tahun 1930 itu meliputi Balikpapan Seberang (Penajam).
[21]
Jepang
Pada masa
Perang Dunia II,
Jepang mengincar wilayah ini sebagai batu loncatan mengadakan serangan ke
Jawa. Pada tanggal
23 Januari 1942, armada Jepang dibawah pimpinan Shizuo Sakaguchi merebut Balikpapan dari tangan pasukan
Sekutu dan
Hindia Belanda.
[22][23] Wilayah Balikpapan saat itu meliputi Balikpapan Seberang (Penajam).
[24] Nilai strategis kota Balikpapan juga diperhitungkan tentara Sekutu, pada tahun 1945 tentara sekutu dibawah komando
Australia merebut kota ini dari tangan Jepang pada pertempuran
26 Juni-
15 Juli 1945 dalam usaha merebut kembali wilayah yang jatuh ke tangan Jepang.
[25][26][27][28]
Indonesia
Jalan Minyak tahun 1950-an
Berita tentang
Proklamasi Kemerdekaan Republik
Indonesia agak terlambat sampai di kota ini, sekitar
1945-
1946
melalui pekerja BPM yang datang dari Jawa dalam rangka rehabilitasi
kilang minyak yang hancur akibat perang yang dilanjutkan dengan
pernyataan rakyat di
Lapangan FONI. Namun karena
Belanda
berniat menguasai kembali kota ini maka terjadi peperangan yang
berlanjut sampai pada pertempuran Sangatta. Pada masa pengakuan
kedaulatan tahun
1949, wilayah ini diserahkan kepada Pemerintah
Republik Indonesia Serikat yang berlanjut kepada Republik Indonesia.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Balikpapan