Jumat, 08 Juni 2012

Biokompatibilitas Komposit


            Bahan kimia yang berasal dari komposit dapat membahayakan pulpa jika ada komponen yang dikeluarkan atau berdifusi dari bahan dan selanjutnya mencapai pulpa. Komposit yang berpolimerisasi dengan tepat, relatif dapat diterima jaringan karena menunjukkan kelarutan minimal dan unsur tidak bereaksi terlepaskan dalam jumlah kecil atau sedikit. Dari sudut pandang toksikologis, jumlah ini terlalu kecil untuk menyebabkan toksik. Namun, dari sudut pandang imunologis, pada keadaan yang amat jarang terjadi, pasien dan tenaga kedokteran gigi dapat mengalami reaksi alergi terhadap bahan ini.
            Bahan komposit yang tidak mengeras pada dasar suatu kavitas dapat bertindak sebagai penampung dari komponen yang tidak larut yang dapat menimbulkan peradangan pulpa jangka panjang. Situasi ini merupakan bahan pertimbangan untuk bahan yang diaktifkan dengan sinar. Bila klinisi, mencoba mengeraskan lapisan resin yang terlalu tebal atau bila waktu pemaparan sinar tidak tepat, bahan yang tidak mengeras atau buruk pengerasannya dapat melepaskan sebagian komponen yang bersebelahan dengan pulpa.
(Anusavice, 2004)

Sabtu, 31 Maret 2012

ROS


1.3 Senyawa paling toxic
            Radikal Hidroksil (OH)
1.4 Sumber
1.4.1 Endogen
a.    Sekresi sel-sel inflamasi (neutrofil)
b.    Mitochondria leak (metabolisme)
c.    Proses fisiologis, contoh : fosforilasi oksidatif, oksigenasi Hb dalam eritrosit
d.    Penyakit seperti penyakit kelainan mental, ischemic
e.    Respiratory burst, contoh : proses fagositik menggunakan oksigen dalam jumlah banyak
f.     Reaksi enzimatis
g.    Reaksi autooksidasi
1.4.2 Eksogen
a.    Radiasi ionisasi
b.    Radiasi UV
c.    Ultrasound
d.    Makanan
e.    Bahan kimia
f.     Obat-obatan
g.    Xenobiotic
h.    Toxin
i.      Polutan
                        
2. Mekanisme terbentuknya ROS dalam kondisi normal dan patologis
2.1 Kondisi Normal
Reduksi  1 mol O melalui system sitokrom oksidase memerlukan 4e  tidak menghasilkan O reaktif.
Normalnya sebanyak 95% O akan direduksi di dalam proses respirasi pada sitokrom mitokondria menjadi HO.
Produksi ROS selama respirasi normal sel :
a.    Respirasi sel merupakan proses dimana molekul makanan bereaksi dengan oksigen dan diurai menjadi karbon dioksida dan air dengan mendapat energy berbentuk ATP.
b.    Sekitar 5% dari biasanya oksigen direduksi menjadi superoksida reaktivitas tinggi. Hal ini bisa jadi karena kebocoran sebuah electron pada sisi tertentu pada rantai transport electron mitokondria.
c.    Ketika superoksida direduksi lebih lanjut, HO dan radikal hidroksil dengan reaktivitas ekstrim terbentuk. Hal tersebut terjadi secara spontan atau dibawah pengaruh berbagai enzim.
d.    Transisi dari HO menjadi radikal hidroksil cenderung pada keberadaan logam seperti besi atau tembaga. Hal ini juga selama pemajaran radiasi ionisasi abnormal.
(Nindl, 2004)

Kamis, 15 Maret 2012

Nyeri Orofacial


1. Nyeri Orofacial
a. Pengertian
Nyeri pada kepala, wajah, dan daerah disekitar mulut karena terdapat sensory yang tidak menyenangkan dan terkait dengan emosional disertai dengan potensial kerusakan jaringan.
(Scully, 2008)

Kamis, 19 Januari 2012

Personal protectif clothing


4.3.1 Jas praktikum / baju pelindung
Pakaian pelindung dan peralatan (misalnya : gaun, jas laboratorium,  sarung tangan, masker, dan pelindung mata atau pelindung wajah) harus dipakai untuk mencegah kontaminasi dari pakaian yang dikenakan dan melindungi kulit pekerja kesehatan dari paparan darah dan zat tubuh lainnya. Lengan baju harus cukup panjang untuk melindungi lengan saat baju dikenakan. Pekerja kesehatan harus mengganti pakaian pelindung ketika menjadi terlihat kotor dan tertembus oleh darah atau cairan lain yang berpotensi infeksius. Semua pakaian pelindung harus dibersihkan sebelum meninggalkan pekerjaan daerah (Kohndkk, 2003). Pakaian bedah harus terbuat dari bahan yang dapat dicuci dengan mesin dengan deterjen yang pada suhu 65ÂșC untuk membasmi kontaminasi mikroba yang potensial.
(Hati, 2009)
4.3.2 Gowns
            Baju atau celemek yang tahan cairan yang harus digunakan selama prosedur dimana ada kemungkinan adanya percikan atau kontaminasi dengan darah atau cairan tubuh lainnya. Pakaian yang terkontaminasi dengan zat, darah, tubuh harus dihapus secepat mungkin dan sebelum petugas kesehatan memanggil pasien selanjutnya.
(Pankhurst, 2006)
4.3.3 Masker
            Pada kedokteran gigi digunakan untuk mengendalikan paparan terhadap rongga mulut dokter dan mukosa hidung terhadap material infeksius dan darah serta cairan rongga mulut pasien. Sebuah masker bedah melindungi terhadap mikroorganisme yang dihasilkan oleh pemakainya, dengan > 95% efisiensi filtrasi bakteri dan juga melindungi penggunanya dari partikel besar yang mengandung pathogen dari darah atau mikroorganisme infeksius lainnya. Masker yang menempel pada garis mata dapat dibuang setiap kali pakai. Setiap kali menggunakan masker, pekerja kesehatan harus membuangnya setelah merawat satu pasien. Jika prosedur melampaui 25-30 menit, mungkin perlu untuk mengganti masker dengan yang baru. Ketika terlihat kontaminasi atau percikan yang berulang-ulang, masker baru harus digunakan setelah mencuci muka dan mata.
(Hati, 2009)
4.3.4 Eye wear
            Pelindung mata harus dipakai saat melakukan prosedur yang memungkinkan adanya percikan atau muncrat dari darah atau cairan tubuh lainnya. Staf harus memakai kacamata pelindung diatas kacamata atau pelindung wajah. Saat pelindung wajah dipakai, masker juga harus dipakai. Pasien harus ditawarkan menggunakan pelindung mata seharusnya pasien tidak menolaknya untuk melakukan hal ini, karena potensi risiko yang akan dijelaskan dan didokumentasikan dalam catatan pasien. Staf harus menggunakan kacamata pelindung, bila ada prosedur pembersihan yang harus dilakukan. Kacamata pelindung harus dibersihkan saat diantara pasien menurut instruksi produsen masker.
(Pankhurts, 2006)
4.3.5 Rubber dam
            Rubber dam harus digunakan pada operasi untuk menghindari terjadinya aerosol. Pemakaian rubber dam memungkinkan :
  1. Mendapatkan gambaran yang jelas setelah jaringan diangkat
  2. Mengurangi kontak instrument dengan mukosa, sehingga mengurangi terjadinya luka pada jaringan dan mengurangi pendarahan.
  3. Mengurangi terjadinya aerosol karena tidak terjadi pengumpulan saliva diatas rubber dam.
(Sunoto, 2005)
4.3.6 Prosedur penanganan keamanan benda tajam
  1. Jarum harus ditutup kembali
  2. Dokter gigi harus mendapatkan bantuan ketika mengambil darah atau memberi suntikan pada pasien yang tidak kooperatif
  3. Jangan membawa benda tajam dengan tangan, harus selalu ditempatkan pada wadah jika memindahkannya
  4. Jarum tidak boleh patah atau bengkok saat dibuang
  5. Jarum tidak boleh dipindahkan dari tangan ke tangan
  6. Ketika melakukan proses mengeluarkan darah atau memberikan suntikan kanulasi, semua petugas yaitu dokter gigi atau petugas harus memakai sarung tangan
  7. Jarum tidak dapat tajam kembali
(NHS, 2006)

Sabtu, 14 Januari 2012

Pantai Ambalat


Ambalat Beach
Pantai Ambalat berada diperbatasan antara Kota Balikpapan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara, tetapi lebih spesifik termasuk Kabupaten Kutai Kartanegara. Berada di timur dari Kota Balikpapan, tepatnya di daerah Gunung Tembak dan dekat dengan Pesantren Hidayatullah.

August 2011.
Me and my best friends (senior high school) went to Ambalat beach when we visited Herlina’s house at Gunung Tembak. We drove motorcycle and I studied to drove motorcycle use “kopling”.

Pantai Ambalat masih sangat sepi, karena masih sedikit orang yang tau akan pantai ini.
Pantainya bersih dan sangat luas.






di hutan bakau 

 mario

vikki. rendyk


Rabu, 21 Desember 2011

teknik panoramik


Kegunaan Teknik Panoramik
a)      Untuk pemeriksaan daerah yang luas, meliputi wajah dan tulang rahang 
b)      Untuk melihat lokasi gigi yang impaksi
c)       Mengevaluasi trauma, lesi, dan penyakit pada daerah rahang. 
d)      Mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan.
Sumber : Johnson, O. N. Essentials of Dental Radiography for Dental Assistant and Hygienists. 7th Ed. Prentice Hall. 2003

Definisi Teknik Panoramik dan nama lain
Teknik Radiografi yang digunakan untuk menghasilkan gambaran tunggal dari struktur wajah meliputi maxilla, mandibula, lengkung rahang, dan struktur pendukung. Sering disebut Pantomography atau Panoramic Tomography. Kadang-kadang disebut juga Panorex.
Sumber :
Moore WS. Successful Panoramic Radiography. KODAK Dental Radiography Series. Available from . Accessed at 20 Dec 2011.
Bourgeois MJ. Panoramic Radiography for the General Practitioner. February 2000.


Gambaran Radiografi Panoramik yang salah
Disebabkan kesalahan posisi
a.       Occlusal plane terlihat datar, condyl tampak miring, apical gigi insisive tidak jelas disebabkan karena posisi dagu terlalu tinggi.
b.      “smilling” occlusal plane, apical insisive mandibular tidak terlihat jelas disebabkan karena posisi dagu terlalu rendah.
c.       Gigi anterior tidak jelas, spina superimposisi dengan ramus mandibular disebabkan karena gigi anterior berada di depan bite groove.
d.      Gigi anterior terlihat lebih lebar disebabkan karena gigi anterior berada di belakang bite groove.
e.      Gambaran anatomi terlihat miring ke satu sisi, salah satu kondil lebih tinggi daripada kondil sebelahnya disebabkan karena kepala miring ke satu arah.
f.        Satu kondil tampak agak tinggi dan sempit, sedangkan kondil yang sebelahnya tampak miring dan lebar, gigi pada satu sisi terlihat tumpang tindih disebabkan karena kepala berputar ke satu arah.
g.       Pyramid radiopak terlihat di bagian tengah dasar film disebabkan karena spina servikal tidak lurus atau tegak.
Sumber : ref. 3,4,6

Jumat, 16 Desember 2011

Indikasi Periapikal


  1. Mendeteksi infeksi apical atau peradangan
  2. Penilaian status periodontal
  3. Setelah trauma pada gigi dan yang terkait pada tulang alveolar
  4. Penilaian dari adanya erupsi gigi dan letaknya
  5. Penilaian morfologi akar sebelum ekstraksi
  6. Selama endodontic
  7. Penilaian sebelum dilakukan tindakan operasi dan penilaian pasca operasi apical
  8. Rincian evaluasi kista apical dan lesi lain didalam tulang alveolar
  9. Mengevaluasi pasca operasi implant
  10. Mendeteksi adanya gigi agenisi

Sumber :
Whaites E., Cawson R. Essentials of Dental Radiography and Radiology. Churchill Livingstone. 2007. Pp 91-123
Anonim. Periapical Radiography. http://www.endotreatment.gr/media/files/Radiology/PERIAPICAL-RADIOGRAPHY.pdf . pp 75-96. Accessed at 13 Des 2011