Kamis, 10 Januari 2013

Asal-usul dan sejarah Kota Balikpapan


Hikayat populer mengenai asal-usul nama Balikpapan

Ada beberapa hikayat populer yang menceritakan asal usul kota ini yang berada di pesisir timur Kalimantan ini, yaitu: [8][9][10]
  • Adanya 10 keping papan yang kembali ke Jenebora dari 1.000 keping yang diminta oleh Sultan Kutai sebagai sumbangan bahan bangunan untuk pembangunan Istana Baru Kutai Lama. Kesepuluh papan yang balik tersebut disebut oleh orang Kutai Balikpapan Tu. Sehingga wilayah sepanjang Teluk Balikpapan tersebut, tepatnya di Jenebora disebut Balikpapan.[11]
  • Suku Pasir Balik (Suku Asli Balikpapan) adalah keturunan kakek dan nenek bernama Kayun Kuleng dan Papan Ayun. Sehingga daerah sepanjang teluk Balikpapan oleh keturunannya disebut Kuleng - Papan atau artinya Balikpapan (dalam bahasa Paser, Kuleng artinya Balik).
  • Dalam legenda lain juga disebutkan asal usul Balikpapan, yaitu dari seorang putri yang dilepas oleh ayahnya seorang raja yang tidak ingin putrinya tersebut jatuh ketangan musuh. Sang putri yang masih balita diikat di atas beberapa keping papan dalam keadaan terbaring. Karena terbawa arus dan diterpa gelombang, papan tersebut terbalik. Ketika papan tersebut terdampar di tepi pantai ditemukan oleh seorang nelayan dan begitu dibalik ternyata terdapat seorang putri yang masih dalam keadaan terikat. Konon putri tersebut bernama Putri Petung yang berasal dari Kerajaan Pasir. Sehingga daerah tempat ditemukannya putri tersebut dinamakan Balikpapan.
  • Hari jadi kota Balikpapan adalah tanggal 10 Februari 1897. Penetapan tanggal ini merupakan Seminar Sejarah kota Balikpapan pada tanggal 1 Desember 1984. Tanggal 10 Februari 1897 ini adalah tanggal pengeboran minyak pertama di Balikpapan yang dilakukan oleh perusahaan Mathilda sebagai realisasi dari pasal-pasal kerjasama antara J.H. Menten dengan Mr. Adams dari Firma Samuel dan Co. [12]

Kutai

Daerah Balikpapan dan Balikpapan Seberang (Penajam) merupakan bagian dari wilayah negara dependen Kesultanan Kutai.[13][14][15] Tahun 1942 Penajam termasuk dalam wilayah Balikpapan.[16] Sejak sekitar tahun 1636, Kalimantan pada umumnya termasuk negeri Kutai, Paser dan Berau diklaim sebagai wilayah kedaulatan Kesultanan Banjarmasin.[17] Pada 13 Agustus 1787, Sunan Nata Alam telah menyerahkan kedaulatannya atas sebagian besar Kalimantan kepada perusahaan VOC, yang kemudian diperbaharui lagi pada tanggal 4 Mei 1826 di masa Sultan Adam. Sesudah itu Kalimantan pada umumnya menjadi wilayah negara Hindia Belanda. Tahun 1844, negeri Kutai secara resmi mendapat pengakuan sebagai negara dependensi di dalam Hindia Belanda.[18] Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, Kutai termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[19] Tahun 1855, Kutai merupakan sebagian dari de zuid- en oosterafdeeling van Borneo.[20]

Hindia Belanda

Tentara Sekutu mendarat di Balikpapan, 1 Juli 1945.
Dengan ditemukannya sumber-sumber minyak di daerah Balikpapan dan daerah sekitarnya (Samboja, Sanga-Sanga dan Muara Badak). Pemerintah Hindia Belanda akhirnya membeli wilayah ini dari Sultan Kutai Kertanegara serta dibangun untuk mendukung usaha-usaha pertambangan khususnya perminyakan dengan mendirikan kilang minyak, kantor operasi serta perumahan pegawai (sisa-sisa usaha pembangunan Hindia Belanda dapat dilihat dari pemukiman para Staf Pertamina). Aktivitas perminyakan ini juga membantu perpindahan penduduk terutama para pekerja dari Jawa, serta dari berbagai daerah. Saat itu perusahaan minyak yang dikenal adalah BPM, Shell dan KPM. Wilayah Balikpapan pada tahun 1930 itu meliputi Balikpapan Seberang (Penajam).[21]

Jepang

Pada masa Perang Dunia II, Jepang mengincar wilayah ini sebagai batu loncatan mengadakan serangan ke Jawa. Pada tanggal 23 Januari 1942, armada Jepang dibawah pimpinan Shizuo Sakaguchi merebut Balikpapan dari tangan pasukan Sekutu dan Hindia Belanda. [22][23] Wilayah Balikpapan saat itu meliputi Balikpapan Seberang (Penajam).[24] Nilai strategis kota Balikpapan juga diperhitungkan tentara Sekutu, pada tahun 1945 tentara sekutu dibawah komando Australia merebut kota ini dari tangan Jepang pada pertempuran 26 Juni-15 Juli 1945 dalam usaha merebut kembali wilayah yang jatuh ke tangan Jepang. [25][26][27][28]

Indonesia

Jalan Minyak tahun 1950-an
Berita tentang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia agak terlambat sampai di kota ini, sekitar 1945-1946 melalui pekerja BPM yang datang dari Jawa dalam rangka rehabilitasi kilang minyak yang hancur akibat perang yang dilanjutkan dengan pernyataan rakyat di Lapangan FONI. Namun karena Belanda berniat menguasai kembali kota ini maka terjadi peperangan yang berlanjut sampai pada pertempuran Sangatta. Pada masa pengakuan kedaulatan tahun 1949, wilayah ini diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia Serikat yang berlanjut kepada Republik Indonesia.



sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Balikpapan




Kamis, 27 Desember 2012

Gunung Bromo


Gunung Bromo (dari bahasa SanskertaBrahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten ProbolinggoPasuruanLumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.
















Sepulang dari Pulau Sempu, kami istirahat beberapa jam setelah itu kami berangkat ke Gunung Bromo pada jam 12 malam dari Kota Malang. 23 orang, 12 motor kami menyusuri dingin dan gelapnya kota Malang - Pasuruan menuju Gunung Bromo. Beberapa ada motor yang tertinggal dan kami menunggunya. Beberapa motor bannya bocor, ada yang jatuh dari motor.

Tips travelling menggunakan motor :
1. servis motor sebelum diajak ke tempat yang jauh dari biasanya
2. gunakan sarung tangan, masker, sepatu (ini juga dibutuhkan saat ke Gunung Bromo karena udara yang sangat dingin)
3. jika ramai-ramai, pastikan barang yang dibawa dan teman selalu ada

mungkin itu aja dulu, kalau ada lagi, akan saya sampaikan di blog selanjutnya.

Sempu Island Expedition 2012

Assalamualaikum

Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 22 Desember 2012, kami pergi ke Pulau Sempu, Malang Selatan kearah Pantai Sendang Biru. Ke Pulau Sempu itu sebelumnya harus ijin dan harus bayar, kalau mau gratis ajuin proposal penelitian. Menuju Pulau Sempu menggunakan perahu sekitar 15 menit. Setelah itu harus berjalan kaki sekitar 1,5 jam menyusuri hutan dan jika musim hujan sangat becek dan licin. Pulau Sempu berada di bagian selatan Pulau Jawa. Deburan ombak yang keras. Air yang jernih. Hutan yang terawat. Disana kami menginap semalam dengan menyewa tenda yang sebelumnya kami pesan. Benar-benar merasakan kehidupan di hutan.


Peta Pulau Sempu


23 orang, 12 motor, 4 cewek, 3 tenda










Pulau Sempu, adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa. Pulau ini berada dalam wilayahKabupaten MalangJawa Timur. Saat ini Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah. Dalam pulau ini nyaris tidak ditemukan mata air payau.
Secara geografis, Pulau Sempu terletak di antara 112° 40′ 45″ - 112° 42′ 45″ bujur timur dan 8° 27′ 24″ - 8° 24′ 54″ lintang selatan. Pulau itu memiliki luas sekitar 877 hektar, berbatasan dengan Selat Sempu (Sendang Biru) dan dikepung Samudera Hindia di sisi selatan, Timur dan Barat.
Pulau Sempu dapat ditempuh dari Malang melalui Pantai Sendang Biru, dan penyeberangan menggunakan perahu nelayan, serta mendapat perijinan.

Pantai Sendang Biru

malang
Pantai Sendang Biru adalah satu lagi pantai yang terletak di Kabupaten Malang. Tepatnya di 30 Km bagian selatan Malang, Sendang biru berada di kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Pantai Sendang Biru berpotensi sebagai obyek wisata yang sangat indah yang bisa dikunjungi. Di samping itu, bagi mereka yang ingin menyebrang ke pulau Sempu, pasti harus melewati pantai Sendang Biru terlebih dahulu. Dengan adanya pulau Sempu ini, membuat pantai Sendang Biru memiliki ombak yang tidak terlalu besar layaknya pantai laut selatan lainnya.

Di pantai Sendang Biru ini ini juga dikenal sebagai tempat pendarat dan pelelang ikan di Malang. Dinamakan pantai Sendang Biru karena di pantai ini terdapat sumber mata air yang biasa disebut sebagai sendang, dan berwarna biru.

Saat ini, secara resmi pantai Sendang Biru dikelola oleh perusahaan negara milik Forestay. Untuk itu, terdapat beberapa fasilitas untuk menunjang pariwisata di Sendang Biru seperti, penginapan, guess house, rumah jaga dan persewaan perahu.

Untuk mencapai pantai ini, para pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, juga kendaraan umum. Untuk kendaraan umum bisa diakses menggunakan Mikrolet jurusan Gadang – Turen – Sendang Biru





Jumat, 15 Juni 2012

Komposisi Komposit



a.    Resin matriks
Merupakan bahan dasar utama dalam komposit. BIS-GMA, urethane dimetakrilat (UEDMA) dan trietilen glikol dimetakrilat (TEGDMA) adalah dimetakrilat yang umum digunakan dalam komposit gigi. Digunakan untuk mengontrol konsistensi pasta komposit. Dikarakteristik oleh ikatan ganda karbon yang bereaksi mengubah ke polimer.
b.    Bahan pengisi atau filler
Dimasukannya partikel bahan pengisi ke dalam suatu matriks secara nyata meningkatkan sifat bahan matriks bila partikel pengisi benar-benar berikatan dengan matriks. Bila tidak, partikel bahan pengisi dapat melemahkan bahan.
Bahan pengisi halus yaitu Quartz, Lithium aluminium silicate, barium, strontium, zinc. Bahan pengisi sangat halus yaitu colloidal silica particles. Filler halus yang mengandung barium, strontium, zinc akan menghasilkan foto radiopak. Mengurangi kontraksi polimerisasi. Mengurangi muai termis komposit. Meningkatkan sifat mekanis komposit. Mengurangi penyerapan air, kelunakan, dan pewarnaan.
c.    Coupling agent
Aplikasi bahan coupling yang tepat dapat meningkatkan sifat mekanis dan fisik serta memberikan kestabilan hidrolitik dengan mencegah air menembus sepanjang antar-muka bahan pengisi dan resin.
            Berfungsi membentuk ikatan yang baik antara resin matriks dengan bahan pengisi atau filler. Bahan yang paling banyak digunakan adalah vynil silane.
d.    Bahan tambahan lain
a.    Pigmen       :  pigmen inorganic ditambahkan dalam jumlah kecil sehingga warna komposit sama dengan struktur gigi. Komposit disediakan dalam 10 atau lebih warna yang berkisar pada warna gigi.
b.    Inisiator      :  organic peroksida atau diketone.
c.    Accelerator :  organik amina
Power, 2008. Anusavice, 2004

Jumat, 08 Juni 2012

Biokompatibilitas Komposit


            Bahan kimia yang berasal dari komposit dapat membahayakan pulpa jika ada komponen yang dikeluarkan atau berdifusi dari bahan dan selanjutnya mencapai pulpa. Komposit yang berpolimerisasi dengan tepat, relatif dapat diterima jaringan karena menunjukkan kelarutan minimal dan unsur tidak bereaksi terlepaskan dalam jumlah kecil atau sedikit. Dari sudut pandang toksikologis, jumlah ini terlalu kecil untuk menyebabkan toksik. Namun, dari sudut pandang imunologis, pada keadaan yang amat jarang terjadi, pasien dan tenaga kedokteran gigi dapat mengalami reaksi alergi terhadap bahan ini.
            Bahan komposit yang tidak mengeras pada dasar suatu kavitas dapat bertindak sebagai penampung dari komponen yang tidak larut yang dapat menimbulkan peradangan pulpa jangka panjang. Situasi ini merupakan bahan pertimbangan untuk bahan yang diaktifkan dengan sinar. Bila klinisi, mencoba mengeraskan lapisan resin yang terlalu tebal atau bila waktu pemaparan sinar tidak tepat, bahan yang tidak mengeras atau buruk pengerasannya dapat melepaskan sebagian komponen yang bersebelahan dengan pulpa.
(Anusavice, 2004)

Sabtu, 31 Maret 2012

ROS


1.3 Senyawa paling toxic
            Radikal Hidroksil (OH)
1.4 Sumber
1.4.1 Endogen
a.    Sekresi sel-sel inflamasi (neutrofil)
b.    Mitochondria leak (metabolisme)
c.    Proses fisiologis, contoh : fosforilasi oksidatif, oksigenasi Hb dalam eritrosit
d.    Penyakit seperti penyakit kelainan mental, ischemic
e.    Respiratory burst, contoh : proses fagositik menggunakan oksigen dalam jumlah banyak
f.     Reaksi enzimatis
g.    Reaksi autooksidasi
1.4.2 Eksogen
a.    Radiasi ionisasi
b.    Radiasi UV
c.    Ultrasound
d.    Makanan
e.    Bahan kimia
f.     Obat-obatan
g.    Xenobiotic
h.    Toxin
i.      Polutan
                        
2. Mekanisme terbentuknya ROS dalam kondisi normal dan patologis
2.1 Kondisi Normal
Reduksi  1 mol O melalui system sitokrom oksidase memerlukan 4e  tidak menghasilkan O reaktif.
Normalnya sebanyak 95% O akan direduksi di dalam proses respirasi pada sitokrom mitokondria menjadi HO.
Produksi ROS selama respirasi normal sel :
a.    Respirasi sel merupakan proses dimana molekul makanan bereaksi dengan oksigen dan diurai menjadi karbon dioksida dan air dengan mendapat energy berbentuk ATP.
b.    Sekitar 5% dari biasanya oksigen direduksi menjadi superoksida reaktivitas tinggi. Hal ini bisa jadi karena kebocoran sebuah electron pada sisi tertentu pada rantai transport electron mitokondria.
c.    Ketika superoksida direduksi lebih lanjut, HO dan radikal hidroksil dengan reaktivitas ekstrim terbentuk. Hal tersebut terjadi secara spontan atau dibawah pengaruh berbagai enzim.
d.    Transisi dari HO menjadi radikal hidroksil cenderung pada keberadaan logam seperti besi atau tembaga. Hal ini juga selama pemajaran radiasi ionisasi abnormal.
(Nindl, 2004)

Kamis, 15 Maret 2012

Nyeri Orofacial


1. Nyeri Orofacial
a. Pengertian
Nyeri pada kepala, wajah, dan daerah disekitar mulut karena terdapat sensory yang tidak menyenangkan dan terkait dengan emosional disertai dengan potensial kerusakan jaringan.
(Scully, 2008)